kondisimanusia terdiri dari beberapa unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur dan mengembangkan kedua unsur tersebut harus mendapat perhatian khusus yang seimbang.unsur jasmani membutuhkan pemenuhan yang bersifat fisik jasmaniah.kebutuhan tersebut adalah makan-minum, bekerja, istirahat yang seimbang, AgamaDan Tantangan | 84 Kebenaran hanya dapat dicapai melalui proses , dan manusia tak akan pernah memperoleh kebenaran itu secara sempurna, tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Pencarian yang sungguh-sungguh tentang kebenaran, merupakan sikap yang dituntut oleh ajaran Islam. Modernisme menjadi perintah ajaran TeoriMonistik (Mono = Satu) Teori Monistik berpendapat, bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama adalah satu sumber kejiwaan. Selanjutnya, sumber tunggal manakah yang dimaksud paling dominan sebagai sumber kejiwaan itu timbul beberapa pendapat yang dikemukakan oleh : a. Thomas van Aquino. Sesuai dengan masanya,Thomas Aquino KenapaAgama Sangat Penting Bagi Manusia. Isi dari agama adalah kebaikan dan kemanfaatan yang luar biasa bagi kehidupan seseorang. Dengannya seseorang akan mengetahui dan mengenal hal-hal yang baik dan bermanfaat. Dengannya Kita akan menjaga diri dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang norma masyarakat atau pun Tuhan. Mengenalkan Sang Kebahagiaanmanusia bukan hanya pada pemuasaan kebutuhan jasmaninya, tetapi terkait dengan pemenuhan kebutuhan rohaninya. Itulah kompleksitas kehidupan manusia. Dalam doktrin agama Islam bersikap adil atau seimbang antara jasmani dan rohani atau antara hal hal yang bersifat profan dan relegius akan mendatangkan kebahagiaan dunia dan BySi Manis Posted on June 11, 2022. Pengertian Religiusitas, Ciri, Fungsi, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Religiusitas Menurut Para Ahli Lengkap – Istilah religiusitas berasal dari kata religion (Inggris) atau religi (Indonesia) dan religio, relegere atau religure (Latin) yang berarti mengikat. Kata relegare memiliki pengertian dasar Assalamualaikum, video ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam , Dosen Pengampu Bapak Robby Sepria, S.Pd.I., M.PdPresentasi dari HPke. MAKALAH MANUSIA DAN KEBUTUHAN DOKTRIN AGAMA Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Metodologi Studi Islam MSI Dosen Pengampu Aliyandi A. Lumbu, Disusun Oleh Aisyah Azzahra 1803012003 Lilian Dona Putri Bunga 1803011003 FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IAIN METRO KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayahnya kelompok kami dapat menyelesaikan tugas ini. Tak lupa pula kami ucapkan salam dan shalawat kepada nabi Muhammad SAW, karena beliaulah yang telah menghantarkan kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh berkah. Makalah kami susun untuk memenuhi tugas kelompok Metodologi Studi Islam dan diharapkan pembaca dapat memahami dan memperluas ilmu tentang “Manusia dan Kebutuhan Doktrin Agama” yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai dari itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah makalah ini bermanfaat bagi makalah ini memiliki kelebihan dan penyusun mohon saran dan kritiknya yang bersifat kasih. Wassalamua’laikum Wr. Wb Metro, 14 Oktober 2018 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i KATA PENGANTAR....................................................................................... ii DAFTAR ISI...................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah............................................................................... 1 C. Tujuan Penulisan................................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Agama................................................................................... 2 B. Agama dan Perkembangannya........................................................... 3 C. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama .............................................. 4 D. Fungsi Agama dalam Kehidupan....................................................... 6 E. Rasa Ingin Tahu Manusia................................................................... 7 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan......................................................................................... 8 B. Saran................................................................................................... 8 DAFTAR PUSTAKA BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seperti makhluk-makhluk lainnya, manusia adalah ciptaan mempunyai dua fungsi yaitu individu dan fungsinya sebagai makhluk individu, manusia mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, misalnya pendidikan, kesehatan, kebahagiaan dan sebagainya, sedangkan secara social manusia memerankan fungsinya sebagai makhluk sosial yang hidup dan berinteraksi dengan masyarakat. Petunju-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana terdapat di dalam sumber ajarannya, Alquran dan hadist, tampak amat ideal dan agung. Islam mengajarkan kehidupan dinamis dan progresif, menghargai akal pikiran melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual, senantiasa mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis,berorientasi pada kualitas, kemitraan, mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia dan sikap-sikap positif lainnya. B. Rumusan Masalah 1. Apa Definisi Agama ? 2. Bagaimana Agama dan Perkembangannya? 3. Bagaimana Kebutuhan Manusia Terhadap Agama ? 4. Apa Fungsi Agama Dalam Kehidupan ? 5. Apa Rasa Ingin Tahu Manusia ? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui Definisi Agama 2. Untuk mengetahui Agama dan Perkembangannya 3. Untuk mengetahui Kebutuhan Manusia Terhadap Agama 4. Untuk mengetahui Fungsi Agama Dalam Kehidupan 5. Untuk mengetahui Rasa Ingin Tahu Manusia BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Agama Agama dalam bahasa Arab berarti “Addin” yang artinya kepatuhan, kekuasaan, atau secara etimologis juga berasal dari bahasa Sanskerta dari gabungan “a” yang artinya tidak dan “gama” artinya kacau, jadi agama artinya tidak kacau. Maksudnya orang yang memeluk agama dan mengamalkan ajaran-ajarannya dengan sungguh, hidupnya tidak akan mengalami kekacauan. Agama juga merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, “religion” atau religi yang artinya kepercayaan dan penyembahan Tuhan. Secara terminologi menurut sebagian orang, agama merupakan sebuah fenomena yang sulit Smith mengatakan, "Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa hingga saat ini belum ada definisi agama yang benar dan dapat diterima".Meski demikian, para cendekiawan besar dunia memiliki definisi, atau yang lebih tepatnya kita sebut dengan kesimpulan mereka tentang fenomena agama. Agama adalah sistem yang menyatu mengenai berbagai kepercayaan dan peribadatan yang berkaitan dengan benda-benda sakral, yakni katakanlah, benda-benda yang terpisah dan terlarang kepercayaan-kepercayaan dan peribadatan-peribadatan yang komunitas moral yang disebut gereja. Langkah lebih lanjut yang menimpang dari pendefinisian agama hanya dengan mengacu kepercayaan-kepercayaan diambil oleh para sarjana yang secara eksplisit memilih definisi fungsional.[1] Dilihat dari aspek duniawinya, atau lebih tepat dalam kehidupan masyarakat, agama merupakan sumber nilai dan kekuatan mobilisasi yang sering menimbulkan konflik dalam sejarah umat manusia. Selanjutnya, karena banyaknya definisi tentang agama yang dikemukakan oleh para Ahli, Harun Nasution mengatakan bahwa agama dapat diberi definisi sebagai berikut 1. Pengakuan adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang harus dipatuhi. 2. Pengakuan terhadap adanya kekuatan gaib yang menguasai manusia. 3. Mengikatkan diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada di luar diri manusia yang mempengaruhi perbuatan manusia. 4. Kepercayaan pada suatu kekuatan gaib yang menimbulkan cara hidup tertentu. 5. Suatu sistem tingkah laku yang berasal dari kekuatan gaib. terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber pada suatu kekuatan gaib. 6. Pemujaan kekuatan gaib yang timbul dari perasaan lemah dan perasaan takut terhadap kekuatan misterius yang terdapat dalam alam sekitar manusia. 7. Yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang rosul Jadi, agama adalah suatu kepercayaan, keyakinan kepada yang mutlak, yang dimana keyakinan tersebut dianggap yang paling benar. B. Agama dan Perkembangannya Daerah pertama dari kepulauan Indonesia yang dimasuki Islam adalah pantai barat pulau Sumatra dan daerah Pasai yang terletak di Aceh utara . Hal ini mudah diterima akal, karena wilayah Sumatera bagian Utara letaknya di tepi Selat Malaka, tempat lalu lintas kapal-kapal dagang dari India ke Cina.[2] Para pedagang dari India, yakni bangsa Arab, Persi dan Gujarat, yang juga para mubalig Islam, banyak yang menetap di bandar-bandar sepanjang Sumatera Utara. Mereka menikah dengan wanita-wanita pribumi yang sebelumnya telah di-Islamkan, sehingga terbentuklah keluarga-keluarga muslim. Selanjutnya mereka mensyiarkan Islam dengan cara yang bijaksana, baik dengan lisan maupun sikap dan perbuatan, terhadap sanak famili, para tetangga, dan masyarakat sekitarnya. Sikap dan perbuatan mereka yang baik, kepandaian yang lebih tinggi, kebersihan jasmani dan rohani, sifat kedermawanan serta sifat-sifat terpuji lainnya yang mereka miliki menyebabkan para penduduk hormat dan tertarik pada Islam, dan tertarik masuk Islam. Hingga akhirnya berdiri kerajaan Islam pertama, yaitu Samudra Pasai. Kerajaan ni berdiri pada tahun 1261 M, di pesisir timur Laut Aceh Lhokseumawe Aceh Utara, rajanya bernama Marah Silu, bergelar Sultan Al-Malik As-Saleh. Seiring dengan kemajuan kerajaan Samudra Pasai yang sangat pesat, pengembangan agama Islam pun mendapat perhatian dan dukungan penuh. Para ulama dan mubalignya menyebar ke seluruh Nusantara, ke pedalaman Sumatera, peisir barat dan utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ternate, Tidore, dan pulau-pulau lain di kepulauan Maluku. Itulah sebabnya di kemudian hari Samudra Pasai terkenal dengan sebutan Serambi Mekah. C. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama Secara naluri, manusia mengakui kekuatan dalam kehidupan ini di luar dapat dilihat ketika manusia mengalami kesulitan hidup, musibah, dan berbagai mengeluh dan meminta pertolongan kepada sesuatu yang serba maha, yang dapat membebaskannya dari keadaan itu. Naluriah ini membuktikan bahwa manusia perlu beragama dan membutuhkan Sang Khaliknya. Karena kebutuhan manusia terhadap agama dapat disebabkan karena masalah prinsip dasar kebutuhan menjelaskan perlunya manusia terhadap agama sebagai tiga faktor yang menyebabkan manusia memerlukan agama. Yaitu 1. Faktor Kondisi Manusia Kondisi manusia terdiri dari beberapa unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur menumbuhkan dan mengembangkan kedua unsur tersebut harus mendapat perhatian khusus yang jasmani membutuhkan pemenuhan yang bersifat fisik tersebut adalah makan-minum, bekerja, istirahat yang seimbang, berolahraga, dan segala aktivitas jasmani yang rohani membutuhkan pemenuhan yang bersifat psikis mental tersebut adalah pendidikan agama, budi pekerti, kepuasan, kasih sayang, dan segala aktivitas rohani yang seimbang. Status manusia adalah sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Jika dibanding dengan makhluk lain, Allah menciptakan manusia lengkap dengan berbagai kesempurnaan, yaitu kesempurnaan akal dan pikiran, kemuliaan, dan berbagai kelebihan lainnya. Dalam segi rohaniah manusia memiliki aspek rohaniah yang adalah satu-satunya yang mempunyai akal dan manusia pulalah yang mempunyai kata dengan kelengkapan itu Allah menempatkan mereka pada permukaan yang paling atas dalam garis horizontal sesama akalnya manusia mengakui adanya hati nuraninya manusia menyadari bahwa dirinya tidak terlepas dari pengawasan dan ketentuan Allah. Dan dengan agamalah manusia belajar mengenal Tuhan dan agama juga mengajarkan cara berkomunikasi dengan sesamanya, dengan kehidupannya, dan lingkungannya. 3. Faktor Struktur Dasar Kepribadian Dalam teori psikoanalisis Sigmun Freud membagi struktur kepribadian manusia dengan tiga bagian. Yaitu Aspek Das es yaitu aspek ini merupakan sistem yang orisinal dalam kepribadian manusia yang berkembang secara alami dan menjadi bagian yang subjektif yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan dunia objektif. D. Fungsi Agama Dalam Kehidupan Manusia adalah mahluk yang memiliki rasa keagamaan, kemampuan untuk memahami dan mengamalkan nilai manusia didunia yaitu ibadah dan mengabdi kepadanya. Fungsi agama yaitu sebagai pustaka kebenaran, dimana agama diibaratkan sebagai suatu gedung perpustakaan dapat dijadikan suatu pedoman dalam mengambil suatu keputusan antara yang benar dan yang salah.[3] Manusia menyelesaikan tantangan-tantangan hidup dengan menggunakan agama, karena manusia percaya dengan keyakinan yang kuat bahwa agama memiliki kesanggupan dalam menolong manusia. Fungsi agama dalam kehidupan antara lain Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran tentang boleh tidaknya suatu perbuatan, cara beribah, dll dengan perantara petugas-petugasnya fungsionaris. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. 3. Fungsi Pengawasan Sosial Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral yang dianggap baik dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern. 4. Fungsi Memupuk Persaudaraan Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan. Mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.[4] E. Rasa Ingin Tahu Manusia Manusia lahir tanpa mengetahui sesuatu ketika yang diketahuinya hanya “saya tidak tahu”. Petunjuk Allah, akal dan segala potensi manusia, ilmu dan teknologi sebagai produk dari akal, adalah untuk melaksanakan program hidup melaksanakan program hidup dan alat untuk mencapai tujuan hidup manusia. Baik disadari maupun tidak disadari, akal dan potensi yang dimiliki manusia terbatas dalam memenuhi segala hajatnya, manusia hanya dapat mecoba, mempelajari, meneliti, memahami dan memanfaatkan yang ada pada dirinya dan yang ada pada alam semesta.[5] Keterbatasan panca indra dan akal menjadikan sebagian banyak tanda tanya yang muncul dalam benaknya tidak dapat terjawab. Hal ini dapat mengganggu perasaan dan jiwanya yang semakin mendesak pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin gelisah apabila tak ini yang disebut rasa ingin tahu manusia. Manusia membutuhkan informasi yang akan menjadi syarat kebahagiaan dirinya. Dari ulasan sederhana di atas dapat disimpulkan bahwa agama sangat diperlukan oleh manusia sebagai pegangan hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna, yang dalam hal ini adalah Islam. Agama Islam adalah agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya memahami ayat-ayat kauniyah Sunnatullah yang terbentang di alam semesta dan ayat-ayat qur’aniyah yang terdapat dalam Al-Quran, menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu, dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna, dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia. Penulis menyadari penyusunan tugas ini masih banyak kekeliruan dan kesalahan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun. Semoga makalahi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi penulis khusunya. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin, dkk, Pendidikan Agama Islam. Bogor Ghalia Indonesia,2005 Atang Abdul Hakim, Jaih Mubarok Mubarok. Metodologi Studi Islam. Bandung Remaja Rosdakarya,2009 Betty R. Scharf, Sosiologi Agama, Jakarta Prenada Media, 2004 Endang Saifuddin Anshari. Ilmu, Filsafat Dan Agama. Surabaya PT. Bina Ilmu, 1982 Nata, Abuddin. Metodologi Studi Islam. Jakarta. CV. Rajawali Press, 1998 [1] Betty R. Scharf, Sosiologi Agama, Jakarta Prenada Media, 2004, [2] Aminuddin, dkk, Pendidikan Agama Islam. Bogor Ghalia Indonesia,2005, [3] Endang Saifuddin Anshari. Ilmu, Filsafat Dan Agama. Surabaya PT. Bina Ilmu, 1982, [4] Atang Abdul Hakim, Jaih Mubarok Mubarok. Metodologi Studi Islam. Bandung Remaja Rosdakarya,2009, [5] Nata, Abuddin. Metodologi Studi Islam. Jakarta. CV. Rajawali Press, 1998, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan ciptaan Allah Swt yang diciptakan dari saripati tanah untuk menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Dalam kehidupan manusia butuh tuntutan dari agama agar dapat hidup lebih baik. Kehadiran agama Islam yang di bawa Nabi Muhammad Saw,di yakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtra lahir dan batin . Di dalam nya terdapat berbagai petunjuk tentang bagaimana seharusnya manusia itu menyikapi hidup dan kehidupan ini secara lebih bermakna dalam arti yang seluas luasnya. Manusia sebagai makhluk sempurna di antara makhluk-nakhluk lain mempunyai rasa keingin tahuan yang cukup besar. Rasa keingintahuan yang di miliki manusia di wujud kan dengan menggunakan kekuatan akal pikiran yang di di samping itu manusia memiliki kecenderungan untuk mencari sesuatu yang mampu menjawab segala pertanyaan yang ada dalam benaknya Rasa ingin tahu dan rasa takut yang ada di dalam diri manusia mendorongrasa tumbuh keagamaan dalam diri manusia. Manusia merasa berhak untuk mengetahui siapa yang menciptakanya dan apa yang mesti ia lakukan di duni dan alam akhirat,yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah karena itu ,agama sangat lah berperan penting dalam kehidupan manusia. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian Agama? 2. Bagaimana latar belakang kebutuhan manusia terhadap agama ? 3. Apa fungsi agama dalam kehidupan manusia ? 4. Doktrin-doktrin apsajakah yang menjadi kepercayaan agama ? C. Manfaat Penulisan 1. Untuk mengetahui arti dari agama itu sendiri. 2. Untuk mengetahui latar belakang kebutuhan manusia terhadap agama. 3. Untuk dapat mengetahui fungsi agama dalam kehidupan manusia. 4. Untuk mengetahui doktri-doktrin kepercayaan agama. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Agama Secara sederhana pengertian agama dapat di lihat dari sudut kebahasaan etimologis dan sudut istilah terminologis. Mengartikan agama dari sudut kebahasaan akan lebih mudah dari pada mengartikan agama dari sudut istilah. Karena pengertian agama dari sudut istilah ini sudah mengendung muatan subjektivitas dan orang yang mengartikanya. Atas dari dasar ini,maka tidak mengherankan jika muncul para ahli yang mendeskrisipkan tentang agama.[1] Mukti Ali pernah mengatakan,barang kali tidak ada kata yang paling sulit di beri pengertian dan definisi selain dari kata ini berdasarkan atas tiga alasan. Pertama, bahwa pengalaman agama adalah soal batini,subjektivitas,dan sangat individualis sifatnya. Kedua, barang kali tidak ada orang yang begitu bersemangat dan emosional dari pada orang yang membicarakan agama. Karena itu, setiap pembahasan tentang arti agama selalu ada emosi yang melekat erat sehingga kata agama itu sulit di definisikan. Ketiga, konsepsi tentang agama di pengaruhi oleh tujuan daro orang yang memberikan definisi tersebut.[2] Senada dengan Mukti Ali, M. Sastrapratedja mengatakan bahwa salah satu kesulitan untuk berbicara mengenai agama secara umum ialah adanya perbedaan- perbedaan memehami arti agama,di samping adanya perbedaan juga dalam serta penerimaan setiap agama terhadap suatu usaha memahami agama. Setiap agama memiliki interprentasi diri yang berbeda dan keluasaan interpretasi diri itu juga berbeda.[3] Selanjutnya karena banyak nya definisi tentang agama yang di kemukakan oleh para ahli,Harun Nasution mengatakan bahwa agama adalah pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang harus di Harun Nasution mengatakan agama tersusun dari dua kata a = tidak dang am = pergi jadi agama artinya tidak pergi, tetap di tempat,di warisi secar turun temurun dari satu generasi ke generasi ada lagi yang mengatakan bahwa agama tuntuna hidup manusia dan Ajaran yang di wahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang Rosul.[4]Dari beberapa definisi tersebut di atas,kita dapat menjumpai 4 unsur yang menjadi karakteristik agama sebagai berikut 1. Unsur kepercayaan terhadap gaib Kekuatan tersebut dapat mengambil bentuk yang gaib tersebut ialah dengan percaya kepada tersebut ialah dasar yang utama sekali dalam paham keagamaan. 2. Unsur kepercayaan dan kebahagian Unsur kepercayaan dan kesejahteraan hidup di dunia ini dan di akhirat nanti tergantung pada adanya hubungan yang baik dengan kekuatan gaib yang di hilang nya hubungan yang baik itu,kesejahtraan dan kebahagiaan yang di cari akan hilang baik ini selanjutnya di wujudkan dalam bentuk peribadatan , selalu mengingat nya ,melaksanakan segala perintah nya, dan menjauhi larangan nya. 3. Unsur respon emosional yang bersifat dari manusia Respon tersebut dapat mengambil bentuk rasa takut,seperti yang terdapat pada agama primitif atau perasaan cinta seperti yang terdapat pada agama-agama respon tersebut dapat pula mengambil bentuk penyembahan seperti yang terdapat pada agam-agama monoteisme dan pada akhirnya respon tersebut mengambil bentuk dan cara hidup tertentu bagi masyarakan yang bersangkutan. 4. Unsur paham adanya kudus scared dan suci Dalam bentuk kekuatan gaib,dalam kitab suci yang mengandung ajaran-ajaran agama yang bersangkutan, tempat – tempat tertentu, peralatan untuk menyelenggarakan upacara, dan sebagainya. [5] Dari uraian tersebut kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa agama adalah ajaran yang berasal dari Tuhan atau hasil renungan manusia yang terkandung dalam kitab suci yang turun temurun di wariskan kepda suatu generasi ke generasi dengan tujuan untuk memberikan tuntunan dan pedoman hidup bagi manusia untuk agar mencapai kebahagian di dunia dan di akhirat, yang di dalamnya mencakup unsur kepercayaan kepada kekuatan gaib yang selanjutnya menimbulkan respon emosinal dan keyakinan bahwa kebahagiaan hidup tersebut bergantung pada adanya hubungan yang baik dengan kekuatan gaib tersebut. B. Latar Belakang Kebutuhan Manusia Terhadap Agama Secara alamiah manusia mengakui kekuatan dalam kehidupan ini di luar dirinya ini dapat di lihat ketika manusia mengalami kesulitan hidup,musibah dan berbagai bencana. Ia mengeluh dan meminta pertolongan kepada suatu yang serba maha yang dapat membebaskanya dai keadaan ini. Naluriah ini membuktikan bahwa manusia perlu beragama dan membutuhkan sang kholik nya.[6] Sekurang-kurang nya ada empat alasan yang melatar belakangi perlunya manusia terhadap agama sebagai tuntunan hidup manusia itu manusia dapat kebahagiana di dunia maupun di akhirat. Ke empat alasan tersebut secara singkat dapat di kemukakan sebagai berikut 1. Latar belakang fitrah manusia Imam Ali as menyebutkan bahwa mereka di utus untuk mengingatkan manusia kepada perjanjian yang telah di ikat oleh fitrah mereka,yang kelak mereka akan di tuntuk untuk itu tidak tercatat di atas kertas,tidak pula di ucapkan oleh lidah,melainkan terukir oleh pena ciptaan Allah di permukaan kalbu dari lubuk manusia , dan di atas permukaan hati nurani serta di kedalaman perasaan batiniah.[7] Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut buat pertama kali di tegaskan dalam agam Islam, yakni bahwa agama adalah kebutuhan fitrah manusia belum mengenal kenyataan di masa akhir-akhir ini, muncul beberapa orang yang menyerukan dan keagamaan yang ada di dalam diri manusia inilah yang melatarbelakangi perlunya manusia pada karenanya ketika datang wahyu Allah yang menyeru manusia agar beragama,maka seruan tersebut memang sangat sejalan dengan fitrahnya dalam Al-Qur’an Allah telah menjelaskan fitrah manusia itu sendiri yang berbunyi óOÏ%r'sù y7ygô_ur ÈûïÏe$Ï9 $Zÿ‹ÃZym 4 NtÃ´ÃœÃÃ¹ !$ ÓÉL©9$ tsÜsù }¨$¨Z9$ $pköŽn=tæ 4 Ÿw ŸƒÃ‰Ã¶7s? È,ù=yÜÏ9 !$ 4 šÃ9ºsŒ ÚúïÏe$!$ ÞOÍhŠsø9$ ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$ Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ “Maka hadap kanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah,Tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan fitrah manusia itu ada perubahan pada fitrah Allah itulah itulah agma yang lurus. Tetapi banyak manusian yang tidak mengetahui. Qs. Ar-Rum 30.” 2. Kelemahan dan kekurangan manusia Manusi dalam penciptaanya memiliki kelebihan dan mengoptimalkan kelebihan dan kekurangan manusia di perlukan agama sebagai dsar berperilaku dan bersikap sehingga mereka mampu memenuhi segala kebutuhanya dengan baik sesuai kaidah tata nilai dalam ajaran agamanya, sehingga kebahagian di dunia dan di akhirat dapat tercapai. Factor lain yang membelakangi manusia memiliki agama adalah karena di samping manusia memiliki berbagai kesempurnaan juga memiliki kekurangan.[8]Hal ini antara lain Sifat-sifat keburukan yang ada pada manusia antara lain sombong, inkar, iri, dan lain sebagainya, Karena itu manusia dituntut untuk menjaga kesuciaannya, hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesuciannya dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan dengan bimbingan agama dan disinilah letak kebutuhan manusia terhadap agama. 3. Tantangan manusia Factor lain yang menyebabkan manusia memerlukan agama adalah karena manusia dalam kehidupanya senantiasa menghadapi berbagai tantangan,baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam dapat berupa hawa nafsu dan bisikan tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang di lakukan manusia yang secara sengaja berupaya ingin memalingkan diri dari Allah. Mereka dengan rela mengeluarkan biaya,tenaga,dan fikiran yang di manifestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang di dalamnya mengandung misi menjauhkan manusia dari Allah. Banyak manusia yang terjabak oleh harta orang-orang kafir yang sengaja di keluarkan agar manusia itu dapat mengikuti keinginanya. Berbagai bentuk budaya,hiburan,obat-obat terlarang dan lain sebagainya di buat dengan itu upaya mengatasi dan membentengi manusia adalah dengan mengajar mereka agar dapat taat dalam menjalankan dan tantangan hidup demikian itu,saat ini semakin meningkat, sehingga upaya mengamankan masyarakat menjadi penting. C. Fungsi Agama Dalam Kehidupan Agama mempunyai peraturan yang mutlak berlaku bagi segenap manusia dan bangsa, dalam semua tempat dan waktu, yang dibuat oleh sang pencipta alam semesta sehingga peraturan yang dibuatNya betul-betul adil. Secara terperinci agama memiliki peranan yang bisa dilihat dari aspek keagamaan religius, kejiwaan psikologis, kemasyarakatan sosiologis, hakkekat kemanusiaan human nature, asal usulnya antropologis dan moral ethics.[9] Dari aspek religius, agama menyadarkan manusia, siapa penciptanya. Faktor keimananjuga mempengaruhi karena iman adalah dasar agama.[10] Secara antropologis, agama memberitahukan kepada manusia tentang siapa, darimana, dan mau kemana manusia. Dari segi sosiologis, agama berusaha mengubah berbagai bentuk kegelapan, kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Agama juga menghubungkan masalah ritual ibadah dengan masalah sosial. Secara psikologis, agama bisa menenteramkan, menenangkan, dan membahagiakan kehidupan jiwa seseorang. Dan secara moral, agama menunjukkan tata nilai dan norma yang baik dan buruk, dan mendorong manusia berpeilaku baik akhlaq mahmudah. [11] Manusia adalah mahluk yang memiliki rasa keagamaan, kemampuan untuk memahami dan mengamalkan nilai agama. Tugas manusia didunia yaitu ibadah dan mengabdi kepadanya. Fungsi agama yaitu sebagai pustaka kebenaran, dimana agama diibaratkan sebagai suatu gedung perpustakaan kebenaran. Agama dapat dijadikan suatu pedoman dalam mengambil suatu keputusan antara yang benar dan yang salah.[12] Peranan social agama bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.[13] D. Doktrin Kepercayaan Agama Islam Doktrin adalah ajaran tentang asas-asas suatu aliran politik, keagamaan, pendirian segolongan ahli ilmu Doktrin berkaitan dengan suatu kebenaran dan ajaran. Keduanya tidak dapat dipisahkan sebab menegaskan tentang kebenaran melalui ajaran, sedangkan yang diajarkan biasanya dengan kebenaran. Dengan demikian, doktrin berisi tentang ajaran kebenaran yang sudah tentu memiliki “balutan” filosofis.[14]Doktrin keagamaan dalam islam antara lain 1. Iman Kepada Allah Swt Kalimat lailaha illa Allah atau sering disebut kalimat thoyyibah adalah suatu pernyataan pengakuan terhadap keberadaan Allah yang Maha Esa, tiada tuhan selain Dia Allah. Ia merupakan bagian lafadz dari syahadatain yang harus diucapkan ketika akan masuk Islam yang merupakan refleksi dari tauhid Allah ynag menjadi inti ajaran pengakuan-pengakuan lain nya yang berhubungan dengan nya,seperti zat Allah, sifat-sifat Allah ,Kehendak Allah, perbuatan af al Allah, malaikat Allah, para nabi dan utusan Allah, hari kiamat, serta surga dan neraka. Ia merupakan refleksi dari tauhid Allah yang menjadi inti ajaran keberadaan Allah berarti menolak keberadaan tuhan-tuhan lainya yang di anut oleh para pengikut agama selain Islam. a. Argumen Keberadaan Allah Pengakuan terhadap keberadaan Allah berarti menolak keberadaan tuhan-tuhan lainnya yang dianut oleh para pengikut agama lain. Ada tiga teori yang menerangkan asal kejadian alam semesta yang mendukung keberadaaan tuhan. Pertama, paham yang menyatakan bahwa alam semesta ini ada dari yang tidak ada, ia terjadi dengan sendirinya. Kedua, paham yang menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari sel yang merupakan inti. Ketiga, paham ynag mangatakan bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan. b. Kemustahilan Menemukan Zat Allah Allah adalah Maha Esa baik dalam zat,sifat maupun dalam zat artinya Allah tidak tersusun dari beberapa bagian yang terpotong-potong dan dia pun tidak mempunyai dalam sifat berarti bahwa tak seorang pun yang memiliki sifat-sifat seperti yang dimiliki oleh esa dalam perbuatan af’al tidak ada seseorang pun yang mampu mengerjakan sesuatu yang menyerupai perbuatan dengan sifat rahman dan rahim nya telah membekali manusia dengan akal pikiran untuk di gunakan dalam menjalankan yang merupakan ciri keistimewaan manusia, sekaligus sebagai pembeda antara manusia dan makhluk lainnya, belum bisa digunakan untuk mengetahui persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh akal yaitu menemukan zat Allah, karena pada hakekatnya manusia berada dalam dimensi yang berbeda dengan Allah. 2. Iman kepada malaikat ,kitab dan rosul Allah Dalam konteks doktrin, agama selalu menjadi akidah, yakni sebagai suatu kepercayaan kepada Tuhan, suatu ikatan, kesadaran, dan penyembahan secara spiritual kepada-Nya. Sebagai suatu akidah, agama memiliki prinsip - prinsip kebenaran yang dituangkan dalam bentuk doktrin. Dalam dokrin kepercayaan agama Islam beriman kepada Allah adalah beriman kepada malaikat, kitab dan rasul Allah mempunya hukum yang pengertian dari iman kepada malaikat,kitab dan rosul Allah adalah sebagai berikut a. Iman Kepada Malaikat malaikat merupakan makhluk tuhan yang diciptakan dari nur cahaya,malaikat juga disebut sebagai al-mala’ al-a’ala kelompok tertinggi ia adalah makhluk langit yang mengabdi kepada Allah dengan bermacam-macam tugas yang diembannya, jumlahnya sangatlah banyak, namun yang harus kita imani hanyalah 10 nama malaikat beserta tugas-tugasnya. b. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah iman kepada kitab Allah adlah wajib dan itu merupakan konsekuensi logis dari pembenaran terhadap adanya Allah, oleh karena itu tidak sepantasnya seorang mukmin mengingkari kitab-kitab Allah yaitu al-Qur’an, Injil, Taurat, dan Zabur. c. Iman Kepada Rosul – Rosul Allah Doktrin islam mengajarkan agar setiap muslim beriman kepad rasul yang diutus oleh Allah tanpa membedakan antara satu dengan yang lainnya.[15] BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Manusia merupakan ciptaan Allah Swt yang diciptakan dari saripati tanah untuk menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Dari uraian tersebut juga di jelaskan Agama sangat lah penting bai umat manusia, karena dengan adanya agama manusia mempunyai pegangan dan pedoman hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna, yang dalam hal pertama kali ini adalah islam. Agama islam adalah agama yang selalu mendorong manusia untuk mempergunakan akalnya memahami ayat-ayat kauniyah Sunnatullah yang terbentang di alam semesta dan ayat-ayat qur’aniyah yang terdapat dalam Al-Quran, menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu, dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna, dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia. Dari uraian diatas dapat dui simpulkan bahwa ada 5 aspek yang terkandung dalam agama. Pertama , Aspek asal usulnya yaitu aspek yang berasal dari Tuhan, kedua Aspek tujuanya yaitu untuk memberikan tuntunan hidup agar manusia dapat hidup bahagia di dunia maupun di akhirat, ketiga Aspek ruang lingkupnya yaitu keyakinan akan adanya kekutan gaib ,keyakinan manusia bahwa kesejahteraanya di dunia dan hidupnya di akhirat tergantung pada adanya hubungan baik, ke empat Aspek permasyarakatanya yaitu di sampaikan. B. Saran Sebagai umat Islam yang mempunyai akal dan kehendak, hendaklah kita dapat memilih kehendak yang sesuai dengan ajaran Islam. Manusia sebagai sebagai makhluk ciptaan Allah hendaklah mengikti apa yang ada pada ajaran-ajaran agama Islam sesuai doktrin kepercayaan agama Islam. DAFTAR PUSTAKA Abuddi Nata. Metodologi Studi Islam, Jakarta PT Raja Grafindo Persada, 2013 Atang Abdul Hakim, Jaih Mubarak. Metodologi Studi Islam, Bandung PT Rosdakarya, 1997 diakses 23 September 2012 agama/. M. Amin Syukur. Pengantar Studi Islam, Semarang CV Bima Sakti,2013 [1] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarta PT Raja Grafindo Persada, 2013, Cet. Ke-20, hlm. 7. [6]http// [7] Abuddin Nata, op. cit., hlm. 16. [9] M. Amin Syukur, Pengantar Studi Islam SemarangCV Bima Sakti,2003, hlm. 25. [12]http// [14]http// [15] Atang Abdul Hakim, Jaih Mubarok, Metedologi Study Islam, BandungPT. Rosdakarya,2007, Cet. Ke-9, hlm. 109-124. Manusia dan Kebutuhan Terhadap Agama Pengertian, Fungsi, dan Doktrin Manusia dan kebutuhan Terhadap agamaManusia dan Kebutuhan Terhadap Agama Pengertian, Fungsi, dan Doktrin Manusia dan kebutuhan Terhadap agamaManusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan dalam kehidupan baik itu kebutuhan jasmani maupun rohani. Dan Manusia sangat memerlukan agama sebagai pegangan hidup dan untuk menyadarkan manusia agar mengenal dirinya siapa dia, darimana dia dan mau kemana dia. Adapun doktrin/kepercayaan dalam Agama yaitu Iman kepada Allah Swt, mustahil menemukan zat Allah, Argumen keberadaan Allah, percaya kepada Malaikat, Kitab, dan Rasul-Nya. Agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Memberi pandangan dunia kepada manusia. Menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. Agama memang menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada tuhan dengan menjalankan ajaran-ajaran agamanya. Agama membawa kewajiban-kewajiban yang kalau tidak dijalankan oleh seseorang akan menjadi utang baginya. Manusia merupakan ciptaan Allah SWT yang diciptakan dari saripati tanah untuk menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lain mampu mewujudkan segala keingina dan kebutuhannya dengan kekuatanakal yang dimilikinya. Dalam berkehidupan, manusia butuh tuntutan dari agama agar dapat hidup lebih baik. Seperti makhluk-makhluk lainnya, manusia memiliki dua fungsi yaitu individu dan sosial. Dalam fungsi sebagai makhluk individu manusia memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, misalnya pendidikan, kesehatan, kebahagiaan dan sebagainya. Sedangkan secara sosial manusia memerankan fungsinya sebagai makhluk sosial yang hidup dan berinteraksi. Agama merupakan suatu ciri kehidupan sosial manusia yang universal, dalam arti bahwa semua masyarakat mempunyai cara-cara berpikir dan pola-pola perilaku yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai agama. Rasa ingin tahu dan rasa takut yang ada dalam diri manusia mendorong rasa tumbuh keagamaan dalam diri manusia. Manusia merasa berhak untuk mengetahui siapa yang menciptakannya dan apa yang mesti ia lakukan di dunia dan akhirat yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah agama. Oleh karena itu, agama sangatlah berperan penting dalam kehidupan manusia. Agama juga merupakan institusi masyarakat dalam bidang kepercayaan dan keyakinan. Pada aspek inilah manusia memiliki tingkat emosional yang tinggi dalam kepemilikannya. Mengingat begitu pentingnya peranan agama dalam kehidupan manusia, maka studi terhadap agama adalah hal yang signifikan. Kekeliruan dalam memahami apa itu agama akan membuat kita kehilangan substansi dai makna agama baik dari dalam islam maupun luar. Selanjutnya kita akan dapat mengklasifikasikan agama sesuai dengan keragaman model keyakinan manusia tersebut. Sementara itu perlu digali sejauh mana manusia memiliki kebutuhan terhadap agama itu sendiri. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Istilah Agama seringkali disamakan artinya dengan istilah religion yang berarti agama. Dalam bahasa Latin juga terdapat religio yang berarti agama, kesucian, kesalehan, ketelitian adalah Mengikat diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung pada suatu sumber yang berada di luar diri manusia dan yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia. Selain itu agama adalah pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber dari kekuatan manusia yang tidak bisa dipungkiri adalah kecenderungan menerima agama. Karena agama apapun yang diturunkan Tuhan ke dunia mempunyai implikasi yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia, seperti ketenangan, ketentraman hidup, bebas dari keresahan dan kegelisahan, selalu membimbing penganutnya kearah kebaikan dan kedamaian. Di dalam ajaran Islam, sumber jiwa keberagamaan manusia diterangkan dalam al-Quran bahwa Allah berfirmanBarang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka akan bersedih hati QS. Al-baqarah, 2;8. Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami benar-benar akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benr-benar beserta orang-orang yang berbuat baik QS. Al-ankabut, 29;69. Secara garis besar kebutuhan manusia dapat dibagi menjadi dua bagian; kebutuhan alamiah dan kebutuhan non alamiah, kebutuhan alamiah disebut juga dengan kebutuhan fitrah, suatu kebutuhan bagi setiap manusia dan bersifat azali. Termasuk dalam kebutuhan ini antara lain kebutuhan manusia terhadap yang telah disebutkan di atas, setiap manusia butuh terhadap agama, dengan demikian manusia sekaligus memiliki kecenderungan untuk selalu dekat dengan Tuhan, dengan kata lain manusia membutuhkan Tuhan. Di dalam al-Quran menjelaskan hal tersebut sebagai berikut"Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama Allah; manusia diciptakan Allah dengan membawa fitrah itu QS. Ar-rum, 3030".Secara sederhana dapat digambarkan bahwa setiap agama yang dianut oleh manusia memiliki tujuan pokok, antara lain terpenuhinya kebutuhan akan spiritualitas para penganutnya dan terwujudnya kedamaian di tengah masyarakat. Agama itu pada hakikatnya untuk kepentingan manusia, bukan untuk kepentingan Tuhan, sebab Tuhan tidak memperoleh keuntungan dari penerimaan manusia terhadap agama. Sebaliknya tidak juga menderita kerugian karena penolakan manusia terhadap ajakan agama. Jadi, semua keuntungan atau kerugian yang bersumber dari penerimaan dan penolakan manusia terhadap agama justru kembali kepada diri sendiri. Dari beberapa uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa manusia ternyata tidak bisa mengandalkan apa saja yang telah diciptakannya sendiri. Hal itu tetap saja tidak bisa memberikan ketentraman sejati dalam hidupnya. Manusia masih mengharapkan kepada suatu hal yang transenden atau bisa dikatakan tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Oleh karena itu agama merupakan jalan keluar yang bisa diambil manusia untuk memenuhi kebutuhan akan jiwa spiritualnya. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya 0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesOriginal Titlemanusia dan kebutuhan doktrin agamaCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPPT, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesManusia Dan Kebutuhan Doktrin AgamaOriginal Titlemanusia dan kebutuhan doktrin agamaJump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

manusia dan kebutuhan doktrin agama